Babelan — 28 Mei 2026. MTs Attaqwa 03 Babelan menggelar rapat evaluasi dan penguatan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) bagi pendidik dan tenaga kependidikan dalam kegiatan Rapat Kerja sesi pertama yang difokuskan pada penguatan peran guru dan pegawai di lingkungan madrasah.
Kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk menyamakan persepsi dan memperkuat kesadaran seluruh sumber daya manusia di lingkungan sekolah terhadap tanggung jawab yang melekat sebagai seorang pendidik maupun tenaga kependidikan.
Kepala MTs Attaqwa 03 Babelan, KH. Irfan Shidiq, M.Pd., dalam arahannya menegaskan bahwa rapat tersebut bertujuan untuk memperkuat pemahaman terhadap tupoksi masing-masing personel. “Guru memiliki tugas utama sekaligus tugas tambahan. Namun jangan sampai tugas tambahan dipahami semata-mata seperti kepanitiaan yang hanya berorientasi pada insentif. Tugas sebagai pendidik melekat pada seluruh guru di lingkungan sekolah,” ujar beliau.
Beliau juga menekankan pentingnya prinsip kebersamaan dalam menjalankan tugas pendidikan. Menurutnya, seorang guru tidak cukup hanya mengajar di dalam kelas, tetapi juga harus memiliki jiwa kepedulian terhadap peserta didik. “Jangan hanya mengandalkan guru piket. Guru adalah seorang pendidik yang memiliki tanggung jawab penuh terhadap anak didik, baik di dalam maupun di luar kelas,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, KH. Irfan Shidiq juga mengajak para guru-guru untuk tidak merasa malu belajar dari guru senior. Ia menilai budaya diskusi antarguru mengenai kegiatan belajar mengajar (KBM) masih perlu ditingkatkan. “Guru junior jangan merasa malu bertanya kepada guru senior. Pelajari hal-hal baru tentang pendidikan. Budaya diskusi sesama guru tentang KBM harus mulai dibiasakan. Jika ingin menerapkan metode baru, bahas bersama dan saling berbagi kebiasaan baik,” jelasnya.
Beliau turut menekankan sebuah prinsip penting dalam dunia pendidikan bahwa metode pembelajaran lebih penting daripada sekadar penguasaan materi. Menurutnya, penguasaan materi yang baik tidak akan maksimal tanpa metode penyampaian yang tepat. Sebaliknya, metode yang efektif mampu membuat peserta didik lebih mudah memahami pelajaran, lebih aktif, serta merasa nyaman dalam proses belajar.
Dengan jumlah sumber daya manusia mencapai 55 orang, MTs Attaqwa 03 Babelan membutuhkan penguatan tupoksi agar setiap personel memahami tugas dan tanggung jawabnya, baik tugas pokok maupun tugas tambahan, baik yang bersifat struktural maupun insidental.
Dalam forum tersebut, Kepala Madrasah juga menyampaikan tantangan yang dihadapinya sebagai pemimpin lembaga pendidikan. Ia mengungkapkan bahwa mengelola sumber daya manusia yang beragam membutuhkan keluwesan sikap sekaligus ketegasan dalam mengambil keputusan.
“Tugas kepala madrasah sangat berat karena mengurusi SDM yang beragam dan universal. Terkadang diperlukan keluwesan, dan di waktu lain diperlukan ketegasan dalam menyelesaikan berbagai persoalan. Setiap pribadi memiliki tantangan masing-masing,” ungkapnya.
Ia berharap forum rapat kerja ini dapat menjadi bahan bakar dalam menjalankan roda organisasi secara bersama-sama demi kemajuan MTs Attaqwa 03 Babelan.
Kegiatan rapat berlangsung dengan penuh semangat dan diharapkan mampu memperkuat budaya kerja profesional, kolaboratif, serta meningkatkan kualitas pendidikan di lingkungan madrasah. (Waka kesiswaan/abeng)





Comments are closed