Babelan,— Suasana khidmat dan penuh rasa syukur menyelimuti Aula Utama MTs Attaqwa 03 Babelan pada Kamis (06/08/2026). Seluruh keluarga besar madrasah berkumpul bersama untuk memperingati Tasyakkur Milad Attaqwa ke-70 sekaligus merangkaikan acara dengan Haul H. M. Shidiq dan H.M. Yusuf Alwy.
Rangkaian acara yang berlangsung mulai pukul 13.00 hingga 15.20 WIB ini diawali dengan lantunan Hadroh Sholawat dan Irama Padang Pasir sebagai pra-acara, yang dipandu oleh Pembawa Acara, Rizky Anggriawan, S.Pd.I
Suasana semakin hening dan berkah saat lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an dibacakan dalam Khotaman Qur’an oleh Ahmad Muhtadi, S.Pd.I AlHafizh, dilanjutkan dengan pembacaan Zikrullah oleh Abdul Rohim, SE.ME.Sy, serta pembacaan doa yang dipimpin oleh Ustaz Abdul Adhim Alhafiz. Penampilan pembacaan Qissoh Maulid dari Tim Hadroh Majlis Silaturrahim (Ade Yahya dkk) turut menambah kekhusyukan acara.
Wujud Rasa Terima Kasih dan Refleksi Bakti kepada Orang Tua
Dalam Mauizhoh Hasanah sekaligus sambutan Kepala MTs Attaqwa 03, Bapak KH. Irfan Shidiq, S.Ag., M.Pd. beliau menyampaikan amanat mendalam mengenai esensi dilaksanakannya peringatan Milad dan Haul ini.
“Kita mengadakan kegiatan Milad dan Haul ini sebagai wujud rasa terima kasih atas jasa-jasa almarhum. Sebab, melalui wasilah dan perjuangan para pendahulu kitalah MTs Attaqwa 03 ini dapat berdiri dan berkembang hingga saat ini,” ungkap beliau di hadapan para siswa dan dewan guru.
Lebih lanjut, Bapak Kepala Madrasah memberikan pesan menyentuh hati kepada para siswa-siswi terkait pentingnya doa seorang anak sholeh untuk orang tua yang telah meninggal dunia.
“Orang tua di dalam alam kubur yang mendapatkan kiriman doa dari anaknya akan merasa sangat gembira dan bahagia. Oleh karena itu, jadilah anak-anak yang sholeh dan sholehah, yang tidak pernah putus mendoakan kedua orang tua,” pesan KH. Irfan Shidiq penuh kehangatan.
Teladan Pahlawan dan Pesan Cerdas Berakhlak dari Ustaz Riski Tamami
Sesi puncak Mauizhoh Hasanah/Ceramah Agama diisi oleh penceramah kenamaan, Ustaz Riski Tamami (Dai AKSI Indosiar). Dalam tausiyahnya yang komunikatif dan inspiratif, Ustaz Riski mengajak seluruh santri dan jamaah untuk mengenang kembali sejarah perjuangan pendiri Attaqwa, KH. Noer Alie.
“Mengenang Almaghfurlah KH. Noer Alie bukan hanya mengenang pahlawan agama, tetapi juga pejuang bangsa dan negara. Beliau 70 tahun yang lalu meletakkan fondasi lahirnya Attaqwa. Generasi muda saat ini harus bisa meneladani semangat tersebut,” tegas Ustaz Riski.
Beliau juga menitipkan pesan khusus kepada generasi muda di era modern agar menjadi pribadi yang cerdas sekaligus berakhlak mulia. Menurutnya, anak cerdas bukan hanya pintar secara akademis, tetapi juga pintar membedakan mana hal yang baik dan mana yang buruk.
“Anak zaman sekarang harus cerdas—harus bisa membedakan mana yang haq dan mana yang batil, mana yang bermanfaat dan mana yang merugikan. Dari sanalah lahir anak-anak yang sholeh dan sholehah, yang senantiasa mendoakan orang tua yang sudah meninggal dunia, serta pandai menghormati dan berbakti kepada orang tua yang masih ada di sekitar kita,” lanjutnya.
Penutup yang Penuh Keberkahan
Sesuai dengan tema besar Milad Attaqwa ke-70, yaitu “Menguatkan Akar, Menumbuhkan Peradaban”, kegiatan tasyakkur ini diharapkan tidak sekadar menjadi perayaan seremonial, tetapi menjadi pengingat sejarah serta pelecut semangat seluruh civitas akademika MTs Attaqwa 03 untuk terus mencetak generasi cerdas, beriman, dan berbakti.
Seluruh rangkaian acara ditutup dengan pelaksanaan Sholat Ashar Berjamaah di lingkungan madrasah, menandai berakhirnya kegiatan tasyakkur dengan penuh kebersamaan dan kedamaian. (Humas/SS)





Comments are closed