Babelan — Pelaksanaan Asesmen Madrasah (AM) untuk siswa kelas IX mulai berlangsung pada bulan April – hingga awal Mei. Setiap madrasah diberikan kewenangan untuk menentukan jadwal pelaksanaan secara mandiri, sementara pemerintah menetapkan rentang waktu pelaksanaan dalam bulan tersebut. Tahun ini, sebanyak 12 mata pelajaran diujikan, yang meliputi mata pelajaran keagamaan dan umum.
Dalam rangka meningkatkan kualitas asesmen, Kelompok Kerja Madrasah (KKM) zona 5 yang meliputi Kecamatan Babelan, Tarumajaya, dan Tambun Utara menyepakati bahwa penyusunan soal dipusatkan di satu madrasah. MTs Attaqwa 03 Babelan mendapat kepercayaan sebagai pusat pembuatan soal asesmen tersebut.
Proses penyusunan soal dilakukan di bawah bimbingan dan pengawasan Pengawas Madrasah, Hamdani, M.Pd. Seluruh tahapan dilaksanakan secara detail dan transparan, mulai dari penyusunan kisi-kisi hingga finalisasi soal. Hamdani menegaskan bahwa pembuatan soal asesmen tidak hanya berfokus pada ranah kognitif dan kemampuan berpikir tingkat tinggi (HOTS), tetapi juga harus memenuhi kaidah materi, konstruksi, bahasa, serta prinsip keadilan. “Soal harus disusun berdasarkan indikator pencapaian kompetensi yang jelas dan sesuai kurikulum. Selain itu, validitas dan reliabilitas soal harus terjamin, serta pengecoh dalam pilihan ganda dirancang logis agar tidak mudah ditebak,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa soal harus bebas dari unsur SARA, bias, maupun konten yang tidak pantas, serta disusun berdasarkan fakta dan teori yang dapat dipertanggungjawabkan secara akademis. Dari aspek konstruksi, soal harus dirumuskan secara jelas dan tidak menimbulkan penafsiran ganda, serta tidak mengandung petunjuk ke arah jawaban yang benar. Sementara itu, dari segi bahasa, penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar sesuai kaidah PUEBI menjadi hal utama, disertai prinsip keadilan agar tidak merugikan pihak tertentu.
Sementara itu Ketua KKM zona 5 Batara, KH. Irfan Shidiq, M.Pd., menyampaikan pesan bahwa sinergi antar madrasah terus diperkuat untuk meningkatkan kualitas pendidikan. “Kami selalu kompak dan berupaya melakukan berbagai langkah untuk memajukan madrasah. Kegiatan seminar dan workshop rutin kami adakan untuk meningkatkan kompetensi guru dan operator,” ungkapnya.
Melalui kolaborasi ini, diharapkan pelaksanaan Asesmen Madrasah tidak hanya menjadi alat evaluasi, tetapi juga mampu mendorong peningkatan mutu pendidikan di lingkungan madrasah secara berkelanjutan.(Waka kurikulum/abeng)





Comments are closed